Sabtu, 06 Mei 2017

6 May 2017

Pagi ini tidak ada lagi sapaan lembut dan kecupan hangat darinya. Dia yang biasanya selalu menjadi orang pertama di rumah yang mengucapkan selamat ulang tahun diiringi dengan doa yang dia panjatkan untukku yang menurutku itu adalah kado yang paling berharga. Tidak terasa, umur 17 tahun adalah ulang tahun terakhir aku bersama dia. Kini tidak ada lagi dia yang membangunkan pagi-pagi hanya sekedar untuk mengucapkan selamat ulang tahun sambil mencium dan memelukku dengan erat. 

Sore ini aku mengunjungi tempat peristirahatanmu, mencurahkan semua keluh kesahku, beban, pikiran, dan semua kerinduan yang selama ini aku rasakan. Ibu, andai kamu tau bagaimana aku sangat merindukanmu. Sudah terlalu banyak hal yang sudah aku lewati selama 3 tahun kepergianmu. Aku sudah menjadi orang yang 'berbeda' dari sebelumnya. Kini aku sudah bisa mengerti semua pelajaran yang telah kamu berikan selama ini, untuk terus meraih keinginan tanpa rasa takut dan percaya diri. Seandainya Ibu masih disini, aku ingin sekali berbagi cerita tentang bagaimana dunia perkuliahan, acara, teman, hingga masalah laki-laki yang terkadang aku malu untuk menyampaikan. Ibu, sudah banyak hal yang berubah di rumah sejak kepergianmu. Mbak sudah menikah sekarang dan tinggal di Batam. Di rumah hanya ada aku, adik dan Bapak.

Usia 20 tahun bukan termasuk usia remaja lagi. I'm not a teenager anymore:'). Selama ini aku belajar bahwa pertemanan bukan masalah kuantitas, tetapi kualitas. Bukan berarti membatasi pertemanan, bukan. Bertemanlah dengan siapa saja, maka kamu akan mendapat banyak pelajaran berharga darinya. Tetapi pilihlah orang yang menjadi tempat berbagi suka dan duka dengan bijaksana, tidak semua orang perlu tahu tentang apa yang sedang terjadi di dalam dirimu. Atau mungkin bersujud di tengah malam adalah pilihan paling bijak untuk mencurahkan semua keluh kesah. Di usia ini aku belajar bagaimana untuk bisa memahami orang lain, karena tidak semua orang bersikap sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Belajar bagaimana bertanggungjawab atas pilihan yang sudah diambil. Dan yang paling penting adalah selama ini aku sudah belajar bagaimana menjadi kuat. Ibu masih menjadi sumber kekuatan tebesar hingga saat ini, meskipun raganya sudah tidak berada disini, tetapi nasihat dan semangatnya masih tetap hidup di dalam pikiranku. Terimakasih Ibu, kamu sudah mengajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan yang baik dan engkau telah mengajarkan banyak tentang kehidupan. I love you to the moon and back❤

Teruntuk: Nama yang selalu aku sebut dalam doa ku